Perkembangan
Matematika Dalam peradaban
Islam
Dan
Matematika Mesir
Secara
filosofis, matematika merupakan suatu disiplin ilmu yang paling yang paling
awal dikenal oleh umat manusia. Matematika juga dapat diartikan sebagai ilmu
yang berhubungan dengan jumlah-jumlah dan di ekspresikan dalam bentuk angka dan
dipengaruhi oleh 5 hal.
Pertama dorongan normatif yang bersumber
dari al-Qur’an tentang perlunya mengoptimalkan nalar untuk merenungkan
ayat-ayat al-Qur’an. Allah berfirman Qs. Ali imran ayat 190-191 yang artinya :
sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan
malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang
yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk ataupun dalam berbaring dan
memikirkan penciptaan langit dan bumi. Ya tuhan kami tiadalah engkau
menciptakan ini dengan sia-sia , maha suci engkau maka periharalah kami dari
siksa api neraka.
Kedua : adanya tantangan realitas yang
mengharuskan saintis muslim untuk mengembangkan matematika sebagai ilmu yang
akan terus dibutuhkan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama
dalam hal agama.
Ketiga : adanya ilmu matematika sebagai
hasil peradaban pra-islam perlu untuk
dikembangkan lebih lanjut siring dengan meluasnya wilayah kekuasaan islam.
Keempat :adanya dorongan etos keilmuan
dan sains muslim.
Kelima : Adanya dukungan politik dari
enguasa, seperti pada kekuasaan Abbasiyyah dan Umayyah.
Allah melalui Al-Qur’an memerlukan
anjuran kepada mahluknya untuk mempelajari matematika, agar lebih mudah
menjalani aktifitas kehidupan terutama dalam hal beribadah. Kajian matematika secara ilmiah dimulai sejak
umat islam bersentuhan dengan beberapa karya bidang matematika yang dihasilkan
oleh peradaban lain Setelah ditaklukannya wilayah peradaban tersebut oleh umat
islam. Misalnya Alexandra dan Baghdad . Alexandra yang saat itu dikenal sebagai
wilayah pusat perkembangan matematika , ditaklukan oleh umat islam pada tahun
64 masehi . Baghdad sebagai pusat pemerintahan Abbasiyyah dibawah pimpinan al
mansyur , Harun Al Rasyid , dan Al ma’mun , selanjutnya dijadikan sebagai pusat
ilmu pengetahuan , sehingga dikota tersebut segala aktivitas ilmiah seperti
tukar menuka ilmu antar ilmuan melalui karya dan terjemahan yang dilakukan.
Selanjutnya
salah satu bangsa yang telah mengembangkan matematika sejak jaman dahulu adalah
Mesir kuno. Sejak than 2500 SM , bangsa tersebut telah menbangun dan
menciptakan berbagai macam sistem perhitungan hingga mengembangkan Geometri.
Pemikiran merekalah yang dikembangkan hingga saat ini kita mengenal bilangan
dengan sederhana dan mudah dipahami.
a. Papyrus
Bangsa
mesir kuno telah mengenal alat tulis sederhana menyerupai kertas yang disebut
papyrus . mereka membuat tulisan berbentuk gambar-gambar menggunakan sejenis
pena dengan tinta berwarna hitam dan merah . Tulisan mesir kuno sering disebut
tulisan Hieroglif , dan tulisannya ditemukan dalam bentuk gambar pada papyrus
ataupun guratan pada batu atau ptongan kayu.
b. Sistem
Bilangan Hieroglif
Orang mesir memiliki
sistem penulisan yang didasrkan Hieroglif dari sekitar 3000 SM . sistem tulisan
ini tidak bisa mewakili banyak kata . Masalah diadopsi oleh orang Mesir kuno
dengan berbicara menggunakan kata-kata. Orang mesir memiliki sistem bilangan
basis 10 Hieroglif . Berikut ini adalah angka Hieroglif : misalnya untuk
membuat bilangan 276 , ada lima belas simbol yang diperlukan : dua simbol
“ratusan “ tujuh simbol “puluhan “ dan enam simbol “satuan “.
c. Sistem
Bilangan Hieratic
Selama
kerajaan baru masalah matematis disebutkan pada papyrus Anastasi 1 , dan
wilbour papyrus dari wilayah RAMESSES III mencatat pengukuran lahan . Angka
Hieroglif agar brbeda dalam periode yang berbeda , namun secara umum mempunyai
style serupa . Mesir setelah menemukan papyrus , terdiri dari angka Hieratic ,
angka ditulis dalam bentuk yang lbih rapi dari sebelumnya . Ada simbol terpisah
untuk :
1,2,3,4,5,6,7,8,9,
10,20,30,40,50,60,70,80,90
100,200,300,400,500,600,700,
1000,2000,3000,4000,5000,6000,7000
d. Penjumlahan
dalam sistem bilangan Mesir
e. Perkalian
Dalam Sistem Bilangan Mesir
Matematika
Papyrus Rhind disalin dari seorang penulis yang bernama Animose ditahun 1650 SM
. dimana pada waktu itu Joseph menjadi gubernur di Mesir . Aexandra Henry Rhind
membelinya di Luxor , Mesir pada tahun 1858 dan kemudian membelinya di museum
Inggris pada tahu 1865 .
Jauh
sebelum kalkulator dan bahkan matematika modern , orang Mesir telah menemukan
cara jitu menentukan jumlah bilangan besar dengan cara cepat . pada umumnya
cara ini menggunakan 2 kolom , tiap kolom diawali oleh satu pengali , isi kolom
pertama adalah dikalikan 2 , sementara itu isi kolom kedua dibagi 2 (dengan mengurangi satu terlebih dahulu pada
angka ganjil ). yang berangka ganjil ditambahkan ( metode ini ekerja karena isi yang berupa
angka ganjil dikolom kedua sesuai dengan isi kolom pertama dalam skala 2 pada
pengali kedua ).
Misal
: 13 X 12 = ?
Buatlah
garis pada 2 kolom , isi kolom kebawah di sebelah kiri di mulai dari nomer 7 .
Gandakan dan tulis 2 dibawahya , lalu
gandakan 2 sehingga mendapatkan angka 4 , dan seterusnya . isi kolom dibawah
kanan , tulis nomer yang igin kamu kalikan ( dalam hal ini 12 ) . dibawah 12
gandakan dan tulis angka 24 . gandakan 24 dan tulis angka 48 , dan seterusnya .
sekarang cari angka kolom kiri yang kalau ditambahkan akan menghasilkan angka
pertama yang ingin dikalikan ( dalam hal ini 13 ). Angka 1+4+8 = 13 , lalu
garis bawahi kolom kanan diseberang nomer . Tambahkan angka ( 12 + 48 + 96 ) dan kamu mendapatkan angka
156 , dan itu jawaban dari 13 X 12 .
f. Pembagian
Dalam Sistem Bilangan Mesir
Misal
98/7 , untuk kasus ini , ditafsirkan 7 kali suatu bilangan yang menghasilkan 98
.
1 7
2* 14*
3* 28*
4* 56*
8*
2+4+8 = 14 14+28+56 = 98
Pasangan
bilangan dikolom sebelah kiri dijumlahkan untuk mendapatkan hasil bagi , jadi
jawabannya adalah 14 .
98 = 14 + 28 +56 = 7(2+4+8) = 7 X 14
g. Menghitung
Volume Limas
Salah
satu sumber informasi dalam matematika mesir kuno adalah matematika muskow
papyrus dan matematika Rhind papyrus . matematika muskow papyrus telah tercatat
sejak tahun 1850 SM . Sewaktu Abraham V.S Golenishchew memperolh ditahun 1893
dan membawanya ke moskow . Papyrus moskow adalah masalah mengenai perhitungan
volume dari sebuah limas , dengan menggunakan rumus yang benar , limas adalah
sebuah piramida dengan potongan yang sama pada puncaknya . jika limas tersebut
adalah limas dengan alas persegi dan sisi alasnya dalah a dan garis yang
menghubungkan alas dengan puncak limas adalah h , mereka menyatakan volume dari
limas adalah h (a2+ ab + b2) catatan jika b = 0 kita akan menyatakan rumus
volume piramida dengan alas persegi yaitu a2 X h .
h. Perhitungan
waktu Bangsa Mesir Kuno
Pada sekitar tahun 1500
SM , orang –orang mMesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 2 , dan
mereka mengembagkan sebuah sistem jam matahari berbentuk seperti huruf T yang
diletakkan diatas tanah dan membagi waktu antara matahari terbit dan tenggelam
kdalam 12 bagian . orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis
2 didasarkan akan jumlah siklus bulan dalam setahun atau bisa juga didasarkan
akan banyaknya jumlah sendi jari manusia (3 tiap jari , tidak termasuk jempol )
yang memungkinkan mereka berhitung hingga 12 menggunakan jempol .
Jam matahari berikutnya
sudah sedikit banyak mempresentasikan apa yang sekarang kita sebut sebagai jam
. sedangkan pembagian malam menjadi 12 bagian , didasarkan atas pengamatan para
ahli astronomi Mesir kuno akan adanya 12 bintang di langit pada saat malam hari
. Dengan membagi satu hari dan satu malam menjadi masing-masing 12 jam , mak
dengan tidak langsung konsep 24 jam di perkenalkan . namun panjangnya siang dan
malam tidaklah sama , tergantung musimnya , contoh saat musim panas hari lebih
panjang di bandingkan malam ) .
i.
Perhitungan Luas Bangun
Datar
Pada tahun 2450 SM ,
orang –orang Mesir kuno telah menemukan dan memulai perhitungan tentang unsur –
unsur segitiga dan menemukan segitiga keramat dengan sisi 3, 4, 5 yang dengan
nama lain disebut segitiga phytagoreab dan pada khufu disebut segitiga Emas (
The golden Triangle ).
j.
Dasar Segitiga
Phytagoras
Tahukah anda bahwa
Phytagoras memperoleh pengetahuan itu dari orang Mesir kuno , saat masih muda ,
Phytagoas berguru kepada Thales 9 salah satu orang paling bijaksana di Athena)
, dan sang guru menyarankan Phytagoras pergi ke Mesir untuk belajar matematika
.
Dari engamatan,
Phytagoras melihat orang – orang Mesir menggunakan mistar dan tali pembanding
untuk menghitung tinggi bangunan . maka ia trinspirasi untuk membuat hukum
matematika untuk menghitung tinggi dan sisi miring segitiga siku – siku . Dari
kunjungan ke mesir Phytagoras lalu memperkenalkan prinsip yang kita kenal
dengan hukum Phytagoras .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar